7 Jenis Investasi yang Populer di Indonesia

investasi populer

Di era digital seperti sekarang, investasi bukan lagi hal yang rumit atau hanya bisa diakses oleh kalangan tertentu. Bahkan, generasi muda sekalipun kini sudah mulai melirik berbagai jenis-jenis investasi yang populer di Indonesia sebagai langkah awal membangun masa depan yang lebih cerah.

Masyarakat Indonesia semakin melek finansial. Banyak orang mulai sadar bahwa menabung saja tidak cukup untuk menghadapi inflasi atau memenuhi kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan anak atau pensiun. Oleh karena itu, memahami jenis-jenis investasi yang populer di Indonesia menjadi penting agar Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan tujuan dan profil risiko Anda.

Nah, jika Anda sedang mencari informasi seputar investasi yang sedang naik daun di Tanah Air, artikel ini cocok untuk Anda. Yuk, kita bahas satu per satu jenis investasi populer yang layak Anda pertimbangkan!

1. Logam Mulia atau Emas

Logam mulia seperti emas selalu menjadi primadona dalam dunia investasi. Selain mudah diakses, emas juga dianggap sebagai aset safe haven karena nilainya cenderung stabil bahkan saat kondisi ekonomi tak menentu. 

Jika Anda memilih investasi emas, utamakan emas batangan daripada perhiasan. Mengapa? Karena emas batangan dihargai murni berdasarkan beratnya, tanpa potongan ongkos produksi atau model seperti halnya perhiasan.

Penyimpanan menjadi hal penting jika Anda berinvestasi emas. Anda bisa menyimpannya di brankas pribadi atau menyewa deposit box di bank agar lebih aman. Investasi emas cocok untuk Anda yang ingin menabung dalam bentuk fisik dengan risiko relatif rendah.

Related News:  6 Langkah Mudah Ajukan Pinjaman di HOKIbank

2. Properti

Properti adalah salah satu investasi jangka panjang yang paling diminati di Indonesia. Anda bisa membeli tanah kosong, rumah, atau apartemen lalu menyewakannya atau menjualnya ketika nilainya sudah meningkat. Meskipun modal awal yang dibutuhkan cukup besar, return-nya pun bisa sangat menguntungkan jika dikelola dengan baik.

Perlu Anda ingat, investasi properti juga menuntut perhatian terhadap perawatan. Bangunan bisa mengalami kerusakan atau nilai jualnya turun jika tidak dijaga dengan baik. Namun secara umum, harga properti cenderung naik seiring waktu, menjadikannya pilihan investasi yang cukup aman.

Freepik

3. Deposito

Deposito merupakan bentuk investasi yang paling mirip dengan menabung di bank, namun dengan tingkat bunga yang lebih tinggi dan jangka waktu penyimpanan tertentu. Anda tidak bisa mengambil uang sewaktu-waktu seperti tabungan biasa, karena dana baru bisa dicairkan setelah jangka waktu (tenor) berakhir, biasanya berkisar antara 1 hingga 24 bulan.

Investasi ini sangat cocok bagi Anda yang menginginkan risiko rendah dengan keuntungan pasti. Namun, pastikan Anda memilih tenor yang sesuai dengan rencana keuangan Anda agar tidak kesulitan jika membutuhkan dana mendesak.

4. Saham

Saham adalah bentuk investasi yang menawarkan potensi keuntungan tinggi, namun juga memiliki risiko yang cukup besar. Anda membeli kepemilikan sebuah perusahaan, dan keuntungan didapatkan dari kenaikan harga saham atau pembagian dividen.

Sebelum Anda terjun ke dunia saham, pastikan Anda memiliki pemahaman dasar tentang analisa fundamental dan teknikal. Jangan tergoda ikut-ikutan tren tanpa riset karena fluktuasi harga saham bisa sangat tajam. Saham cocok bagi Anda yang memiliki profil risiko tinggi dan bersedia mempelajari dinamika pasar.

5. Reksa Dana

Reksa dana menjadi pilihan favorit bagi investor pemula. Dengan modal relatif kecil, Anda sudah bisa menikmati diversifikasi investasi yang dikelola oleh manajer investasi profesional. Dana Anda akan disalurkan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang tergantung jenis reksa dana yang Anda pilih.

Related News:  8 Cara Memulai Investasi Meski dengan Gaji UMR

Pastikan Anda memilih reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Banyak platform digital kini memudahkan Anda membeli reksa dana secara online, membuat investasi ini semakin mudah diakses.

Freepik

6. Obligasi Pemerintah

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Keuntungan obligasi datang dari kupon atau bunga yang dibayarkan secara berkala. 

Jenis-jenis obligasi pemerintah seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), SBR (Saving Bond Ritel), ST (Sukuk Tabungan), dan SR (Sukuk Ritel) hanya bisa dibeli pada masa penawaran tertentu. Jadi, Anda harus rajin memantau jadwal penawaran agar tidak ketinggalan.

7. Peer to Peer Lending

Meskipun tergolong baru, peer to peer (P2P) lending semakin diminati di Indonesia. Lewat platform fintech, Anda bisa meminjamkan uang langsung ke individu atau UMKM, lalu mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman.

Modal awalnya cukup kecil bahkan mulai dari Rp 100.000 saja. Tapi ingat, investasi ini juga memiliki risiko gagal bayar. Maka dari itu, pilihlah platform yang sudah terdaftar di OJK dan lakukan diversifikasi dana ke beberapa peminjam sekaligus.

Investasi Tabungan HOKIbank

Ada banyak jenis investasi di Indonesia yang bisa menjadi pilihan. Anda bisa memulai merencanakan investasi dengan memanfaatkan layanan terbaik dari HOKIbank untuk mendukung perjalanan finansial Anda.

Ada banyak pilihan layanan investasi yang ditawarkan oleh HOKIbank, mulai dari Tabungan Siaga, Tabungan HOKI, Tabungan HOKAGE, Deposito HOKI dan masih banyak lagi. Hubungi HOKIbank di WhatsApp 0811 3098 1188 atau kunjungi cabang terdekat untuk informasi lebih lanjut!

Berita Terkait